Tuesday, May 17, 2011

Diabetes Mellitus Type 2


1. The prevalence of DM T2 (read : Diabetes Mellitus Type 2) is 4-5% of the world population. 20-30 years ago the prevalence of this disease is seen somewhere in North America and the Europe. But in years to come, the prevalence of this disease will be in India, Brazil, South East Asia, places where there are growth of middle class people. This is due to the 'Coca-Colanization' of the people. LIKE.


-endocrinology class, 17/5/2011-



2. Kakak X : Fatih nak minum air kakak ke? Tapi air ni ada gas sikit.. ( Air Lemon Fresh kegemaran kanak2 (student2) Malaysia di Moscow)

Fatih : Air gas tu air Israel. Tak boleh minum.

Kakak X : ....

LIKE.


-kakak X dan fatih almost 5 tahun(ye ke?), rehlah, 15/5/2011-




Bila lecturer cakap the word coca-colanization, ramai yang tergelak tersenyum.

Betul lah kan apabila kita melihat di Malaysia sendiri ramai yang memilih makanan segera, atau makanan di luar (restoran, kedai mamak, warung). Coca-cola represents segala makanan/minuman segera yang ada di luar sana. And the people of Malaysia seemed to have been mentally colonized to buy this type of food. Tetapi faktor middle class juga menyumbang kerana walaupun mempunyai wang, tetapi masih tidak cukup banyak untuk membeli makanan yang betul-betul sihat. Organic food mahal kot. And bila refer to middle class people, it mostly refers to people with 8 to 5 job. Jadi kebanyakan rakyat Malaysia menggunakan alasan tak cukup masa untuk memasak sebagai escapism untuk membeli makanan luar.

Tapi nak tahu satu lagi benda? Saya ingatkan the word coca-colanization is a word that my lecturer made up, tapi ada dalam Wiki-wiki tu.


Cocacolonization (alternatively coca-colonization) is a term that refers to globalization or cultural colonization. It is a portmanteau of the name of the multinational soft drink makerCoca-Cola and the word colonization.

The term is used to imply either:

the importation of Western (particularly American) goods or

an invasion by Western and especially American cultural values that threatens the local culture.

While it is possible to use the term benignly, it has been used pejoratively to liken globalization to Westernization or Americanization.

The term has been used at least since 1949; one of the first documented uses is in the warnings in French communist press of that era. It gained high visibility in the European Americanization debate with the 1994 publication of Reinhold Wagnleitner's book, Coca-Colonization and the Cold War: The Cultural Mission of the United States in Austria After the Second World War. The expression also became a catch phrase of the anti-globalization movement.

The expression is also used in medical literature, to describe the lifestyle changes and the associated increase of incidence of characteristic chronic diseases, e.g. type 2 diabetes.


=)

The term has been used at least since 1949. erk.

Kantoi general knowledge tak banyak.


Anak sekecil Fatih pun tahu memboycott Coca-Cola.


PENGAJARAN :

1. Coca-cola barangan boycott.

2. Coca-cola dan barangan sejenis dengannya boleh menjadi salah satu sebab kepada berlakunya DM T2.



Sunday, May 15, 2011

Air Mata

Alhamdulillah.


=)


Spring kali ini diserikan lagi dengan Rehlah sisters di Lake Spartivnaya.

15 May 2011.

Bertepatan dengan hari an-nakbah.

Menjadi tema rehlah kali ini.

With the cute pink badges, and palestinian flag colours as the theme of event.

Everyone came with clothes in red, white, green and black.

Yang kreatif sampai ada semua 4 colour dalam satu outfit. Tudung merah, baju hijau, seluar hitam and beg putih.

Like.


Pagi ini agak sejuk. Tapi alhamdulillah hujan tidak turun mengizinkan kami untuk bermain di luar.

Nafas baru.

Saya merasakan kelainan dalam rehlah kali ini.

Mungkin sejak malam sebelumnya ada yang berkampung di Kautsar,

ada yang bertungkus lumus buat menyediakan makanan potluck bersama usrah mate,

atau yang bangun di awal pagi untuk menyiapkannya,

atau yang sekadar menyinggah meramaikan suasana,

Kautsar havoc,

Pagi nya pula ajk dari seluruh moscow berkumpul untuk last briefing.

mungkin sebab saya hanya jadi peserta kali ni.

teruja sikit

Bermain.

Berlari.

Memegang panji.

Berkenalan.

Team hijau yang spirited.

Winning 2nd place. (ok, xperlu kot)


Petang pula, ada yang menyambung usrah di Kautsar.

Kemudian, ada sister yang bercurhat.


Ya Allah, seolah dia dan saya di dunia yang sama.

Saya melihat masalah dia pada diri saya.

Sungguh kata Nabi, "Mukmin yang satu, adalah cermin bagi mukmin yang lain."


Ya, sudah lama hati ini membendung air mata,

terima kasih kepada yang memenuhi Kautsar,

terima kasih kepada yang datang ke rehlah,

terima kasih kepada yang bermain dengan penuh sporting,

terima kasih kepada yang bercurhat,

kehadiran kalian menutup compang-camping iman ku,

syukur pada Allah yang Maha Teliti.


Sungguh Engkau Maha Teliti,

tanpa membiarkan ada sedikit masa yang boleh membuatkan aku terasa dada ini begitu sesak.

sakit seperti sukar untuk bernafas.




-maaf, post kali ini berunsur curahan hati, tiada nilai or pengajaran terselit, sekali lagi, maaf mencuri masa-






Monday, May 9, 2011